Baru selesai acara perpisahan, ada event berbau Outbond lagi di tanggal 16 Mei. Yup, ini adalah Lintas Alam Remaja 6 yang diselenggarakan oleh CMR. Sekolahq harus ikutan nih karena walaupun gini-gini awaq Koordinator Umum Sanggar Konsultasi Remaja (SKR) se-SUMUT periode 08-09. SKR meupakan Oraganisasi bina`an CMR. So, harus berkecimpung apapu kegiatan CMR.
Kegiatan LIAR yang ke-6 ni berlokasi di LOKNYA Sibolangit. Setiap perserta dikenakan biaya sebesar Rp. 75000,-. Kebanyakan peserta berasal dari sekolah-sekolah di Kota Medan, tapi dari daerah Langkat dan Deli Serdang juga banyak kug.
Dalam kegiatan kali ini, dikarenakan aq dari SKR maka aq dijadikan sebagai PANITIA, huh. Walaupun bukan aq yang sibuk mikiren biaya, ttep ja capek ngurusin teknis`a tapi, well it`s OK bangetz. Aq biza kerjain peserta yang lain tuk nurutin apa yang gua suruh, hhaaaa (evil mode : ON).
Di LIAR, medan yang ditempuh lumayan berat. Beda banget waktu gua Outbond di LKP. Disinih jalanan menanjak dan menurun yang melelahkan banyak di jumpai. Sekalian Lintas Alam, peserta yang dibagi dalam 5 kelompok harus melewati posko-posko yang disediakan oleh panitia. Di posko-posko inilah para peserta harus berjuang, karena harus melewati rintangan berupa games yang diberi oleh panitia.
POSLO I yaitu adalah permainan benang kusut. POSKO II yaitu permainan puzzle, puzzle di sebar disekitar hutan, para peserta harus mencari dan mengumpulkan`a menjadi sebuah puzzle. Lanjoed kita ke POSKO III dimana driqulah penjaga`a. POSKO III yaitu Estafet Tepung dan Halang Rintang, di games ini para peserta harus memindahkan tepung dari perserta yang satu ke yang lain setelah selesai , kemudian harus basah-basahan melalui haling rintang di sungai. Di POSKO III gokil abiz…, ngeliat peserta pada putih bermandikan tepung truz haruz nyelem melewati Halang Rintang, sampe ada yang nyangkut di tali lage.., pokeke seRu abiZ and KOcaK. Di POSKO IV merupakan POSKO yang kejam, gimana enggak meraka harus ngisi pipa bocor yang tingginya 1,5 meter dan ada puluhan lubang. Di POSKO ini kerja sama kelompok dituntut, mereka basah-basahan dalam usaha mengisi PIPA sampai penuh, tapi yha, lubangnya berjumlah puluhan pasti payah ngisi`a. maka dari itu say a sebut ini sebagai POSKO terkejam. Hha….
Lanjut unutk mencapai POSKO V mereka harus turun kebawah. Disinilah ketegangan yang sebenarnya. Kami harus melewati turunan yang hanya jalan setapak, dan kanan-kiri tidak lain dan tidak bukan adalah jurang (busyyyyeeettt… kalo jatuh tak jadi orang lagi dah..), yang membuat lebih serem lagi, semalem itu ujan, otomatis jalanan turunan menukik itu jadi semakin licin. Hoah, banyak peserta yang terperosok ketika melewatinya, alhamdullillah gak ada yang masuk jurang, klu gak ntar biza berabe. Menjalani turunan dengan berpegangan dengan apapun yang bisa dipengan kala itu. pohon, akar, cabang-cabang, dll lah. Pokok`a itu turunan yang mengerikan….!!!!! Tapi seru abiz, kerent banget rasanya ketika adrenalin memuncak tuk melewati`a…,
Well, setelah sampai dibawah, napas pun lega, detak jantung kembali normal, karena sebelumnya, wuihhhhh…., tau sendiri lah. Di bawah kami mandi-mansi di dingin`a LOKNYA…, setelah itu ada briefing dan pulang. Bner-bner hari yang mendebarkan.

Emang habitatmu ntu di hutan, yak!
BalasHapusMendingan bLik ke hutan za sono...
Kasian aq Liat kau tersiksa di peradaban seperti ini...